Idenya adalah menggunakan tas kanvas untuk melakukan hobi yang menggantikan aktivitas yang Anda lakukan di ponsel, seperti membeli koran daripada membaca berita online atau mengerjakan teka-teki silang daripada bermain game seluler.

Tren gaya hidup baru kini semakin populer di kalangan Gen Z, dan tidak ada hubungannya dengan merek-merek mewah atau gadget teknologi terkini. Dikenal dengan sebutan “tas analog”, konsep ini mendorong orang untuk membawa tas kanvas diisi dengan aktivitas offlinedirancang untuk mengurangi waktu yang dihabiskan di ponsel cerdas.

Istilah tersebut dipopulerkan oleh para pembuat konten Sierra Campbellyang membagikan video yang menjelaskan bagaimana dia menyusun koper dengan alternatif non-digital selain ponselnya. Di dalam tas itu ada barang-barang seperti teka-teki silang, jarum rajutperlengkapan cat air, dan buku harian kertas. Campbell mengatakan ide tersebut muncul dari keinginan untuk menghindari menghabiskan waktu berlebihan untuk melihat-lihat layar ponsel.

“Ketakutan terbesar saya adalah berada di ranjang kematianku dan menyesali waktu yang saya habiskan dengan ponsel saya,” katanya dalam video tersebut, yang membantu memicu banyak minat terhadap konsep tersebut. Salah satu penonton menggambarkan tas analog sebagai “kotak mainan untuk kemampuan Anda berkonsentrasi.”

@siececampbell Sikap negatif Nancy selalu dihalangi karena patriarki ingin melihat perempuan menghargai kesuksesan mereka #analogbag #kehidupan aneh #whimsywithsiece #analogbagideas ♬ suara asli – SIECE CAMPBELL

Campbell, 31, berpendapat bahwa mengurangi waktu pemakaian perangkat bukan berarti menghilangkan teknologi sepenuhnya, melainkan mengganti kebiasaan digital dengan melakukan aktivitas offline. Dia mengaitkan gagasan tersebut dengan gagasan dari buku “The Power of Habit”, oleh Charles Duhigg, yang menekankan penggantian kebiasaan daripada mencoba menghilangkannya sepenuhnya.

“Jika Anda menggunakan ponsel untuk membaca berita, masukkan koran ke dalam tas Anda,” jelas Campbell. “Jika itu untuk hiburan, mencoba buku. Jika untuk inspirasi kreatif, tambahkan bahan gambar atau rajutan.”

Tren ini menyebar dengan cepat di media sosial, ironisnya para pengguna seringkali menggunakan ponsel mereka untuk membagikan video tentang apa yang mereka masukkan ke dalam tas “analog” atau “untuk berhenti menggulir” mereka sendiri. Pergerakan ini bertepatan dengan tren budaya yang lebih luas terhadap hiburan offline, mulai dari membaca dan kerajinan tangan hingga menulis jurnal dan teka-teki, seiring dengan semakin banyaknya orang yang mencari sesuatu untuk dilakukan. keseimbangan di dunia yang semakin digital.

Untuk membuat koper analog, para pendukung menyarankan untuk memulai dengan tas yang kokoh, dengan tas kanvas klasik yang sangat populer. Konten dapat dipersonalisasi dan diubah sesuai minat pribadi.

Barang-barang umum termasuk buku atau majalah, teka-teki silang, perlengkapan merajut atau menyulam, buku harian, buku sketsa, set cat air, kertas origami, permainan saku, setumpuk kartu, dan bahkan kamera digital. Beberapa orang tua mengadaptasi ide tersebut untuk anak-anak, mengisi tas dengan buku mewarnai, krayon, mainan anti stres, dan permainan edukatif.

Para pendukung gagasan ini menekankan bahwa berpartisipasi dalam tren ini tidak memerlukan pembelian barang baru. Banyak yang menyarankan untuk menggunakan kembali buku, bahan kerajinan, dan permainan yang sudah tidak terpakai di rumah.





Tautan sumber