Carlos Alcaraz tampak kesal dengan keputusan stadion selama final Australia Terbuka, namun mengesampingkannya untuk membuat sejarah.

Orang Spanyol datang dari satu set ke bawah untuk mengalahkan Novak Djokovic untuk menang 2-6 6-2 6-3 7-5 dan merebut Grand Slam pembuka tahun 2026.

3

Alcaraz diliputi kegembiraan saat menjuarai Australia TerbukaKredit: Getty

Alcaraz telah memenangkan yang pertamanya Australia Terbuka gelar dan sekarang menyelesaikan karir Grand Slam yang didambakan dengan mengangkat keempat jurusan.

Dia melakukannya dalam usia 22 tahun 258 hari, menjadikannya pemain tunggal putra termuda yang mencapai prestasi tersebut.

Gelar tersebut sempat disandang Don Budge sejak 1938 dalam usia 22 tahun 355 hari, namun kini menjadi milik Alcaraz.

Namun, pertandingan empat set yang mendebarkan itu bukannya tanpa kontroversi karena keputusan wasit membuat kesal sang juara.

Keputusan atap memicu kebingungan

Setelah Alcaraz memenangkan set kedua, dia berjalan menuju wasit John Blom dan mempertanyakan penutupan atap di Rod Laver Arena.

Meski sempat terbuka sebagian di awal pertandingan, namun Alcaraz tampak merasakan adanya perubahan jelang set ketiga.

“Mengapa menutupnya sedikit?” dia bertanya pada Blom. “Saya tidak mengetahuinya. Saya hanya melihat ke atas dan berpikir, ‘Mengapa ditutup?'”

Namun, pakar TNT Sports Tim Henman mengungkapkan bahwa dia mendengar melalui kantor wasit bahwa keputusan telah diambil di tengah prakiraan hujan.



Tautan sumber