Rapat Umum Tahunan memberhentikan Kamlesh Mehta dan menyerahkan tanggung jawab kepada Yatin Tipnis, yang kalah dari Mehta dalam pemilu. | Kredit Foto: Sushil Kumar Verma

Perbedaan internal antara dua faksi yang bertikai di Federasi Tenis Meja India (TTFI) terungkap secara terbuka. Sementara Rapat Umum Tahunan (RUPS) yang diselenggarakan oleh Presiden Meghana Ahlawat pada Rabu (28 Januari 2026) memberhentikan Sekretaris Jenderal Kamlesh Mehta, Rapat Umum Khusus (SGM) yang diadakan Mehta pekan lalu sempat mempertanyakan legalitas RUPS itu sendiri.

Beberapa anggota yang menghadiri pertemuan Rabu (28 Januari 2026) membenarkan bahwa RUPS menskors Mehta, juara Nasional tujuh kali dan atlet Olimpiade dua kali, dengan segera dan menyerahkan tanggung jawab kepada Yatin Tipnis, yang kalah dari Mehta dalam pemilu.

Saat mengeluarkan pemberitahuan RUPS pada tanggal 6 Januari, Ahlawat, istri mantan ketua TTFI Dushyant Chautala, telah menulis kepada para anggota: “Meskipun telah beredar usulan poin agenda beberapa hari yang lalu dan ada permintaan resmi kepada sekretaris jenderal untuk mengadakan Rapat Komite Eksekutif dan Rapat Umum Tahunan pada hari Rabu (28 Januari 2026), belum ada tanggapan yang diterima dari Mehta, juga tidak ada pemberitahuan resmi yang dikeluarkan untuk pertemuan tersebut.”

Namun, pada tanggal 17 Januari, SGM yang diadakan oleh Mehta di Mumbai dan dipimpin oleh Padmaja Menon, wakil presiden senior, dibatalkan oleh RUPS tersebut. “DPR dengan suara bulat memutuskan bahwa pemanggilan dan agenda RUPS yang diedarkan oleh Presiden adalah inkonstitusional dan tidak sah. Rapat Umum Khusus kali ini, yang diselenggarakan atas permintaan lebih dari sepertiga anggota, adalah konstitusional dan sah menurut hukum,” demikian bunyi draf risalah tersebut.



Tautan sumber