
Samsung baru saja meluncurkan tampilan kertas elektronik berwarna “pertama di dunia” yang mengandalkan bio-resin yang berasal dari fitoplankton – dan ini merupakan lompatan besar menuju keberlanjutan.
Seperti yang dijelaskan di pengumumannyawadah layar E-Paper Berwarna 13 inci baru dari Samsung terbuat dari 45% plastik daur ulang dan 10% bio-resin berbasis fitoplankton. Ini mungkin kedengarannya tidak banyak, namun pilihan desain ini mengarah pada pengurangan jumlah plastik konvensional berbahan dasar minyak bumi yang digunakan untuk membuat layar, dan menurut Samsung, pengurangan emisi karbon selama proses produksi sebesar lebih dari 40% dibandingkan dengan bahan tradisional.
Pertama kali diluncurkan sebagai papan reklame bisnis – dengan tampilan e-paper yang disebut-sebut sebagai pengganti papan reklame kertas yang lebih tradisional – wadah bio-resin ini belum diumumkan untuk layar Samsung lainnya saat ini, namun bukan berarti ia tidak akan debut di tempat lain.
Dan seiring berjalannya waktu, kita mungkin akan melihat persentase yang jauh lebih besar dari bahan terbarukan yang membentuk plastik pada teknologi Samsung (dan teknologi lainnya).
Apa itu bio-resin?
Bio-resin bukanlah bioplastik yang baru (yang pertama dibuat pada tahun 1855), namun penelitian yang berkelanjutan telah meningkatkan kualitas dan kemanjuran pembuatan plastik biologis, yang berarti kita mungkin akan lebih sering melihatnya pada produk konsumen.
Produk ini dirancang untuk meniru kualitas terbaik dari plastik berbahan dasar minyak bumi – seperti kekuatan dan kemampuan plastik untuk dibentuk – namun bukan kualitas terburuknya.
Karena bioplastik dan bio-resin tidak bergantung pada minyak bumi – melainkan berasal dari sumber organik terbarukan – tidak ada sumber daya terbatas yang pada akhirnya mungkin akan habis, dan jika produk bioplastik dan bio-resin memenuhi standar tertentu (seperti sebagian besar terdiri dari bahan biologis), produk tersebut juga dapat dibuat menjadi kompos secara komersial dan dapat terurai secara hayati sehingga semakin mengurangi dampak polusinya.
Meskipun mirip dengan wadah layar baru yang berasal dari plankton dari Samsung, diperkirakan plastik minyak bumi (bahkan dalam bentuk daur ulang) masih ditampilkan dalam kapasitas tertentu di banyak produk bioplastik. Bagaimanapun, ini hanyalah sebuah langkah maju menuju plastik yang lebih ramah lingkungan dari Samsung dan bukan solusi menyeluruh.
Meskipun demikian, dampak positif terhadap lingkungan dari perubahan ini tidak boleh diabaikan, dan semoga layar e-ink Samsung ini adalah yang pertama dari sekian banyak layar yang terbuat dari plankton.
Ikuti TechRadar di Google Berita Dan tambahkan kami sebagai sumber pilihan untuk mendapatkan berita, ulasan, dan opini pakar kami di feed Anda. Pastikan untuk mengklik tombol Ikuti!
Dan tentu saja Anda juga bisa Ikuti TechRadar di TikTok untuk berita, review, unboxing dalam bentuk video, dan dapatkan update rutin dari kami Ada apa juga.



