• Empat dari lima orang percaya bahwa AI akan memengaruhi pekerjaan mereka dengan satu atau lain cara
  • Pekerja muda adalah pihak yang paling khawatir dengan perpindahan pekerjaan
  • Koneksi antarmanusia adalah suatu kebutuhan di tempat kerja, apa pun AI-nya

Penelitian baru dari Randstad telah mengklaim bahwa para pekerja Gen Z adalah kelompok yang paling khawatir mengenai AI yang akan menggantikan peran manusia, meskipun mereka adalah pengguna yang kuat. Sebaliknya, generasi Baby Boomer merasa paling percaya diri dalam beradaptasi dengan tren baru di tempat kerja.

Secara keseluruhan, empat dari lima pekerja memperkirakan AI akan mempengaruhi tugas sehari-hari mereka dalam berbagai bentuk, namun sekitar setengahnya (47%) merasa bahwa AI akan memberikan manfaat yang lebih besar bagi perusahaan dibandingkan manfaatnya bagi pekerja.





Tautan sumber