Tidak ada tim yang datang tepat waktu untuk melakukan undian pada pertandingan pertama Liga Utama Bangladesh hari ini. Inilah alasannya.

Noakhali Express, Chattogram Royals gagal muncul untuk undian

Noakhali Express dan Chattogram Royals akan berhadapan pada pertandingan ke-25 musim 2025/26, di Stadion Nasional Shere Bangla di Mirpur. Dengan pertandingan yang dijadwalkan dimulai pada pukul 13.00 waktu setempat, pengundian dijadwalkan pada pukul 12.30. Namun, seiring berjalannya waktu, tidak ada tim yang sampai di lapangan.

Rangkaian keadaan ini bukanlah hal yang tidak terduga. Laporan muncul kemarin bahwa para pemain di Bangladesh mengancam akan memboikot pertandingan hari ini.

Mengapa para pemain menyerang di Liga Utama Bangladesh?

Masalah ini bermula dari komentar direktur Dewan Kriket Bangladesh (BCB) Najmul Islam. Di tengah kebingungan apakah Bangladesh akan melakukan perjalanan ke India untuk Piala Dunia T20Najmul mengatakan kepada media bahwa dewan tidak akan memberikan kompensasi kepada para pemain jika tim tidak memainkan pertandingan yang dijadwalkan di India.

“Pertanyaannya [of compensation] bahkan tidak muncul,” katanya seperti dikutip dari The Guardian Bintang Harian. “Kami telah berinvestasi banyak pada mereka [the players]. Mereka belum mampu mencapai apa pun, di mana pun. Apakah kita sudah memenangkan satu trofi global sampai sekarang?” ujar Najmul.

“Maka kami bisa saja mengatakan setiap saat, Anda gagal tampil, berapa pun yang telah kami keluarkan untuk Anda, sekarang kami akan mengambilnya kembali. Kembalikan kepada kami.”

Baca lebih lanjut di sini: Akankah Bangladesh melakukan perjalanan ke India untuk Piala Dunia T20? Semua yang kami ketahui sejauh ini

Asosiasi Kesejahteraan Pemain Kriket Bangladesh (CWAB) kemudian mengadakan diskusi internal dengan BCB, setelah itu dewan mengeluarkan pernyataan yang menyatakan penyesalannya, dan menjauhkan diri dari komentar Najmul, dengan mengatakan, “BCB menegaskan kembali bahwa mereka tidak mendukung atau bertanggung jawab atas pernyataan atau pernyataan apa pun yang dibuat oleh direktur atau anggota dewan mana pun kecuali dikeluarkan secara resmi melalui juru bicara dewan yang ditunjuk atau Departemen Media & Komunikasi.”

Awal bulan ini, Najmul juga menimbulkan kontroversi ketika ia menyebut mantan pemain pembuka Bangladesh Tamim Iqbal sebagai “agen India” dalam sebuah postingan media sosial, setelah Tamim menyarankan BCB mempertimbangkan konsekuensi dari sikap garis keras mereka yang menolak melakukan perjalanan ke India untuk Piala Dunia.

Bagaimana situasi ini bisa meningkat?

Terlepas dari pernyataan penyesalan BCB, presiden CWAB Mohammad Mithun mengatakan kepada media pada Rabu malam bahwa organisasi tersebut menuntut Najmul mengundurkan diri dari jabatannya sebagai direktur, dan bahwa “boikot terhadap semua kriket” mungkin akan dilakukan.

Siaran pers Kamis pagi dari BCB mengatakan itu “Dewan telah memulai proses disipliner formal terhadap anggota Dewan yang bersangkutan. Surat alasan telah dikeluarkan, dan individu tersebut telah diinstruksikan untuk menyampaikan tanggapan tertulis dalam waktu 48 jam. Masalah ini akan ditangani melalui proses yang semestinya, dan tindakan yang tepat akan diambil berdasarkan hasil dari proses tersebut.”

Namun, hal ini pun belum cukup terbukti membuat para pemain kriket mengalah. Mithun akan berpidato di depan media pada pukul 14:30 waktu setempat, setelah itu diharapkan lebih banyak kejelasan mengenai status pertandingan BPL. Pertandingan kedua hari ini dijadwalkan pada pukul 18:00 waktu setempat, antara Rajshahi Warriors dan Sylhet Titans.

Kredit gambar: Instagram/bplt20officialbd

Ikuti Wisden untuk semuanya pembaruan, termasuk skor langsungstatistik pertandingan, kuis dan banyak lagi. Tetap up to date dengan berita kriket terbarupembaruan pemain, tim klasemen, sorotan pertandingan, analisis video Dan peluang pertandingan langsung.





Tautan sumber