Ibu memaksa anak-anaknya membayar McDonald’s dengan uang yang mereka terima saat Natal. Kontroversi online pun terjadi

Kasus tersebut memicu diskusi tentang bagaimana sejak dini mulai mengajarkan anak bagaimana mengelola uangnya.

Seorang ibu di London memicu perdebatan sengit di dunia maya setelah meminta anak-anaknya melakukan hal tersebut bayar makan siangmu sendiri di McDonald’s dengan uang yang mereka terima untuk Natal, sebuah sikap yang dimaksudkan untuk memberikan pelajaran tentang tanggung jawab keuangan.

Kate Raja31, mengatakan, kejadian itu terjadi pada 2 Januari, tepat setelah liburan akhir tahun, saat kedua anaknya, Louie, 8, dan Arna, 5, memesan makan siang McDonald’s. Daripada membayar sendiri, King mengatakan mereka bisa makan makanan cepat saji tersebut jika membayar dengan uang yang mereka terima sebagai hadiah Natal.

Anak-anak setuju tanpa mengeluh. Louie menghabiskan £7 untuk McPlant vegan, sementara Arna membayar £4 untuk Happy Meal. Yang terjadi selanjutnya, menurut King, adalah gelombang kritik yang tidak terduga di dunia maya setelah dia membagikan cerita tersebut secara publik.

@katehomelearns Ini adalah pendidikan di rumah. #buatan sendiri #pendidikan di rumah #orang tua #mumsofttiktok #fyp ♬ Tangkap Segalanya – Chad Gerber

“Saya menerima pesan dari panggil aku ibu yang buruk dan bahkan mengancam akan menghubungi Layanan Perlindungan Anak,” kata King Pos New York. Meskipun mendapat kritik, dia menyatakan bahwa dia mempertahankan keputusannya dan akan mengulanginya lagi.

King menegaskan, momen itu bukan dimaksudkan sebagai hukuman, melainkan sebagai a pelajaran praktis manajemen keuangan. Dia dan suaminya, yang namanya tidak ingin dia gunakan, mengatakan bahwa mereka sengaja mengajari anak-anak mereka keterampilan praktis seperti membuat anggaran, menabung, dan membuat keputusan mengenai pengeluaran.

Kontroversi ini muncul di tengah diskusi yang lebih luas mengenai gaya pengasuhan, khususnya pergeseran ke arah pengasuhan yang lembut, yang menurut para kritikus kurang memiliki struktur dan tanggung jawab. Kata orang tua seperti King, memang demikian mencoba mencari keseimbanganmemberi anak lebih banyak tanggung jawab dengan cara yang sesuai dengan usianya.

Pendekatan serupa telah menjadi viral di internet. Di Amerika Serikat, Taja Ashaka, ibu dari dua anak perempuan, membebankan biaya mingguan “sewa” dan tagihan utilitas kepada putrinya yang masih pra-remaja, dengan denda keterlambatan pembayaran. Ibu lainnya, Samantha Bird, mengharuskan ketiga anaknya yang masih kecil untuk membayar sedikit biaya bulanan untuk sewa, pembelian bahan makanan, dan tagihan listrik, yang diambil dari uang saku mereka.

King, yang mulai mendidik anak-anaknya di rumah pada bulan September 2025, mengatakan bahwa pendekatannya mencerminkan keinginan untuk pembelajaran yang lebih personal dan dia yakin pengalaman sehari-hari, bahkan perjalanan ke McDonald’s, dapat menjadi pelajaran dalam matematika dan pengambilan keputusan.

Menurut King, anak-anak lebih menghargai pengalaman tersebut karena mereka membayarnya. “Mereka memakan segalanya dan mereka sangat bangga dengan apa yang telah mereka lakukan“, katanya. “Bagi kami, ini menjadi sesuatu yang istimewa, bukan sesuatu yang negatif.”





Tautan sumber