• Server email yang salah dikonfigurasi memungkinkan penyerang melakukan spoofing domain dan mengabaikan pemeriksaan SPF, DKIM, dan DMARC
  • Email phishing meniru pesan internal menggunakan kit seperti Tycoon2FA dengan tema HR atau pesan suara
  • Kredensial yang dicuri memicu serangan Business Email Compromise (BEC) sekunder di seluruh kampanye yang luas dan tidak bertarget

Penjahat dunia maya menyalahgunakan kesalahan konfigurasi di server email untuk mengirim email phishing yang sangat meyakinkan dan mengelabui korban agar membagikan kredensial login dan rahasia lainnya. Hal ini menurut Microsoft yang dalam laporannya baru-baru ini mengatakan bahwa praktik ini bukanlah hal baru, namun praktik ini semakin populer pada paruh kedua tahun 2025.

Dalam makalah tersebut, Microsoft menjelaskan bahwa penjahat mengambil keuntungan dari cara beberapa perusahaan merutekan email dan cara mereka mengatur pemeriksaan keamanan. Biasanya, sistem email menggunakan pemeriksaan seperti SPF, DKIM, dan DMARC untuk mengonfirmasi bahwa pesan benar-benar berasal dari organisasi yang diklaimnya.





Tautan sumber