Jerman Mulai Uji Coba Taksi Terbang, Indonesia Kapan?

Pemerintah Jerman bekerja sama dengan perusahaan transportasi Audi dan Airbus untuk memperkanalkan proyek terbaru di bidang transportasi, yakni taksi terbang. Selama ini, mobil terbang sudah sering sekali digambarkan dalam berbagai film maupun komik sebagai bagian dari teknologi masa depan. Jerman tampaknya sedang berusaha untuk mewujudkan hal tersebut menjadi nyata dengan bantuan Audi dan Airbus. Selain itu, Jerman juga sedang menguji coba drone yang akan digunakan sebagai transportasi terbaru.

Uji coba tersebut dilaksanakan di Bayern, tepatnya kota Ingolstadt yang merupakan pusat teknologi di Jerman sekaligus menjadi pusat pabrik Audi. Hal itulah yang membuat kota Ingolstadt terpilih menjadi lokasi pertama untuk uji coba taksi terbang. Deklarasi mengenai uji coba taksi terbang tersebut sudah dibuat dan ditandatangani oleh Menteri Transportasi Jerman, Andreas Scheuer dan Menteri Transportasi Bayern, Dorothee Bär. Selain itu, Christian Lösel selaku walikota Ingolstadt juga ikut menandatangani deklarasi tersebut.

Scheuer menyebutkan jika uji coba ini berhasil, akan ada banyak sekali perubahan yang terjadi. Kendaraan yang bisa terbang di udara tidak lagi hanya bisa ditemukan di kisah fiksi, namun dapat dijumpai secara nyata. Jika bisa terwujud, Scheuer menuturkan taksi terbang akan sangat membantu sekali untuk menggantikan posisi ambulance terutama di daerah yang padat penduduk.

“Moda transportasi ini membuka kemungkinan yang sama sekali baru, termasuk transportasi medis di kota-kota dan daerah perkotaan,” ujar Scheuer.

Taksi terbang rancangan Audi dan Airbus ini diberi nama Pop Up Next dan sudah diperkenalkan kepada masyarakat Jerman pada sebuah pameran mobil di Jenewa bulan Maret lalu. Meski dimasukkan ke dalam pameran mobil, namun perwakilan kota Ingolstadt menuturkan bahwa mereka sendiri masih belum bisa mengkategorikan proyek ini ke dalam suatu konsep yang konkret. Namun sejumlah lembaga di Jerman dengan antusias menyambut proyek ini, misalnya saka perguruan tinggi di Ingostadt, lembaga penelitian, serta rumah sakit sama-sama menegaskan ketertarikan mereka terhadap proyek ini dan ingin membantu semaksimal mungkin.

Setelah Ingolstadt, tampaknya Hamburg akan menjadi tempat ke dua untuk uji coba taksi terbang. Pelabuhan Hamburg kabarnya akan dipilih untuk lokasi uji coba drone dan juga mobil terbang yang nantinya akan digunakan untuk menghindari kemacetan di perkotaan. Ternyata bukan hanya Jerman yang sangat tertarik dengan proyek ini, sebab rencananya pada Juli 2018 ini akan dilakukan percobaan taksi udara di Dubai. Selain itu, Swiss tampaknya juga tertarik dengan hal yang sama, sedangkan di Selandia Baru sedang dikerjakan proyek car sharing Uber dengan mobil terbang juga.

Melihat geliat di berbagai negara untuk memproduksi mobil terbang, bagaimana dengan di Indonesia? Hingga saat ini, Indonesia bahkan masih belum punya pabrikan lokal yang bisa memproduksi kendaraan dengan kualitas setara pabrikan internasional. Kalau pun nanti sampai ada mobil terbang di Indonesia, bisa-bisa malah dikomersilkan. Padahal di seluruh negara yang sedang mengembangakn mobil terbang, moda transportasi tersebut ditujukan bukan untuk masyarakat umum melainkan untuk kondisi darurat.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *