Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati Bipolar

Bipolar disorder merupakan sebuah gangguan kepribadian alias gangguan mental, yang kerap membuat para mengidapnya memiliki perubahan suasana hati yang ekstrim (mood swings). Pada dasarnya, masalah bipolar disorder ini terbagi kedalam dua jenis, yakni saat suasana hati si penderitanya sangat buruk atau justru sangat baik, sehingga tampak seperti memiliki energy yang berlebihan. 

Lain halnya dengan penderita bipolar yang mamasuki fase mania, dimana ia tampak terlihat berbeda dengan penderita bipolar yang ada dalam fase depresi. Mengingat akan hal itu, maka tak heran jika si penderita bipolar sering dianggap memiliki kepribadian ganda. Lantas, seperti apa sajakah gejala yang ditimbulkan dari penderita bipolar disorder? Nah, untuk mengetahui lebih jelasnya lagi, mending kita simak saja langsung ulasannya di bawah ini. 

Gejala Bipolar Disorder Yang Berdasarkan Jenis Gangguannya

Pada dasarnya, gejala atau ciri-ciri bipolar itu dapat berbeda-beda pada setiap penderitanya. Ya, sebagian dari mereka bisa saja lebih sering mengalami episode mania, sedangkan sebagian laginya sering merasakan bipolar fase depresi. Begitu pula dengan gejalanya yang tidak setiap saat muncul. Bahkan, ada sebagian dari penderitanya yang hanya mengalami beberapa kali saja selama hidupnya. 

* Jenis Gangguan Bipolar I

Ketika si penderita mengalami gangguan bipolar jenis I, maka ia akan mengalamisetidaknya satu episode mania yang bisa didahului oleh episode depresi hipomania.

* Jenis Gangguan Bipolar II

Pada jenis yang kedua ini, maka si penderita akan mengalami satu episode depresi yang tidak akan mengalami episode mania. Biasanya, episode mania pada gangguan bipolar jenis I bisa lebih parah dan membahayakan. Sedangkan pada bipolar jenis II bisa saja membutuhkan waktu yang lama, sehingga berlanjut ke gangguan yang lebih serius.

* Gangguan Siklotimik

Si penderita akan mengalami setidaknya satu hingga dua tahun di masa anak-anak, atau remaja dari banyak periode gejala episode hipomania dan depresi. 

* Jenis lainnya

Jenis lain yang dimaksud, yakni bipolar dan gangguan yang berhubungan dengan obat-obatan atau alcohol tertentu, dikarenakan kondisi medis seperti penyakit stroke. 

  1. Gejala Bipolar Pada Fase Mania

Ketika si penderita bipolar telah memasuki fase mania, maka ia akan merasakan peningkatan yang drastis pada energinya. Bukan hanya itu, ia juga akan merasakan euphoria serta kreativitasnya pun akan meningkat lho. Dengan kata lain, si penderita bipolar pada fase mania ini tampak terlihat seperti orang yang hiperaktif. Adapun mengenai beberapa gejala yang kerap dialaminya seperti berikut:

– Akan merasa sangat bahagia dalam jangka waktu yang lama
– Merasa seakan-akan tidak butuh tidur
– Berbicara dengan cepat karena piklirannya pun bergerak dengan cepat
– Tidak bisa diam di satu tempat dan impulsive
– Sangat mudah terdistraksi
– Mampu menilai kemampuan diri sendiri secara berlebihan (overconfidence)
– Mulai melakukan hal-hal yang beresiko tinggi, seperti melakukan pemborosan, judi, melakukan hubungan seks dengan tidak aman, hingga sering berbelanja barang-barang yang tidak dibutuhkan.
– Sifat agresif dan mudah marah
– Kerap menyalahkan orang-orang disekitarnya
– Sering memicu konflik bahkan hingga gelap mata.

  1. Gejala Bipolar Pada Fase Depresi

Seperti yang sudah disebutkan pada ulasan diatas tadi, bahwa biplar pada depresi sangat berbeda jauh dengan bipolar pada fase mania. Kendati gejalanya hampir mirip, namun perawatan pada bipolar fase depresi dan fase mania sangatlah berbeda. Sejatinya, bipolar disorder tidak bisa disembuhkan dengan obat antidepresan. Justru, si penderita bipolar akan semakin bertambah parah jika sering mengonsumsi obat antidepresan tersebut lho! Berikut beberapa gejala bipolar pada fase depresi yang harus kalian ketahui:

– Akan merasa sedih dan tidak memiliki harapan hidup dalam jangka waktu yang lama
– Selalu menjauh dari teman dan keluarga
– Tidak akan tertari lagi pada hal-hal yang sebelumnya dianggap menyenangkan
– Nafsu makan berubah drastis, yang terkadang jarang makan atau bahkan lebih bernafsu untuk makan
– Merasa sangat lelah dan tidak memiliki energy
– Daya ingat serta konsentrasi menurun, serta tidak memiliki kemampuan untuk memutuskan sesuatu
– Sering terpikir untuk melakukan bunuh diri atau sering memikirkan hal-hal yang berbau kematian.

* Penyebab Gangguan Bipolar Disorder

Hingga sampai saat ini, belum ada satupun penelitian yang mengetahui secara pasti penyebab dari gangguan bipolar disorder pada seseorang. Akan tetapi, ada beberapa faktor yang diyakini menjadi penyebab dari timbulnya gangguan bipolar disorder seperti berikut:

  1. Kondisi Otak

Menurut para pakarnya, otak dapat melalui berbagai perubahan fisik yang akan mempengaruhi tingkat bahan kimia otak (neurotransmitter) yang ada di dalamnya. Transmiter itu sendiri merupakan zat-zat yang dapat mempengaruhi mood pada seseorang. 

  1. Keturunan (Genetik)

Salah satu faktor yang memungkinkan seseorang mengidap gangguan bipolar, yakni karena adanya faktor keturunan. Ya, orangtua atau anggota keluarga lain yang memiliki masalah bipolar tersebut bisa diwariskan kepada anaknya. 

  1. Pengaruh Lingkungan Sosial

Berdasarkan dari hasil penelitian, yang menyebutkan bahwa timbulnya gangguan bipolar disorder akibat pengaruh lingkungan sosial. Faktor-faktor tersebut bisa berupa perasaan stress terhadap suatu kejadian trauma di masa kecil, rendahnya rasa percaya diri, hingga mengalami suatu kehilangan yang tragis. 

* Orang-orang Yang Beresiko Terkena Gangguan Bipolar Disorder

Ada beberapa faktor yang bisa membuat orang-orang terkena gangguan biplar disorder tersebut seperti dibawah ini:

– Periode stress yang tinggi
– Penyalahgunaan alcohol hingga obat-obatan terlarang
– Mempunyai anggota keluarga penderita bipolar disorder maupun gangguan mental lainnya
– Mengalami sebuah peristiwa kehilangan yang terjadi secara tiba-tiba, seperti kehilangan harta, kematian orang yang dicintai, dan lain sebagainya. 

* Pengobatan Pada Penderita Bipolar Disorder

  1. Terapi Obat

Dokter akan memberikan resep obat pada si pasien untuk membantu dalam menstabilkan suasana hatinya. Ya, obat tersebut memang cukup membantu untuk mengurangi gejala yang ditimbulkan, sehingga si pasien diharuskan mengonsumsi obat yang diresepkan dalam jangka waktu yang lama, guna mencegah suatu fase atau episode depresi yang bisa memicu tindakan bunuh diri. Pada umumnya, jenis obat-obatan yang akan diberikan dokter berupa antidepresan, penstabil mood, antipsikotik, hingga obat anti stress. 

  1. Konseling

Ada kemungkinan si penderita bipolar disorder perlu melakukan konseling untuk membicarakan kondisinya, serta mencari cara untuk melewati setiap fase emosi yang dialami. 

  1. Mencegah Penyalahgunaan Zat-zat Tertentu

Jika si penderita bipolar disorder mengalami ketergantungan terhadap zat-zat tertentu, maka sangat penting untuk melakukan pencegahan secepat mungkin. Pasalnya, jika terus-menerus menyalahgunakan zat atau obat tertentu akan semakin sulit untuk mengobati gangguan bipolar disorder tersebut. 

  1. Perawatan Ke Rumah Sakit

Jika kondisi si pasien sudah semakin parah dan membahayakan, maka tidak ada cara lain lagi untuk segera di larikan ke rumah sakit agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Baca Juga :  Pentingnya Mengetahui Tentang Gangguan Bipolar

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *